Profil Sumberlawang

PROFIL KECAMATAN SUMBERLAWANG



Kecamatan Sumberlawang yang terletak di jalan Solo – Purwodadi, tepatnya 29 kilometer dari arah Solo mempunyai wilayah dengan luas 7.516 Ha. Dengan kondisi topografi agak pegunungan, tata guna lahan di wilayah Sumberlawang terdiri dari tegalan, kebun dan sawah tadah hujan seluas 4461,83 Ha; bangunan dan pekarangan seluas 1211,69 Ha; irigasi sederhana seluas 324 Ha dan hutan lindung seluas 851 Ha; serta yang lainnya seperti tanah tandus dan perairan dengan luas 667,48 Ha.




Adapun secara administrative Kecamatan Sumberlawang berbatasan dengan :
- Sebelah Utara                             : Kab. Grobogan
- Sebelah Selatan                          : Kec. Tanon
- Sebelah Timur                            : Kec. Mondokan
- Sebelah Barat                             : Kec. Miri

Dengan beribukota di Desa Ngandul, Kecamatan Sumberlawang terdiri dari 11 (sebelas) desa dengan jumlah penduduk 44.681 jiwa. Mata pencaharian penduduk sebagian besar adalah petani, peternak dan pedagang.
Dari 11 desa yang ada, terdapat 3 desa yang merupakan tempat wisata di Kecamatan Sumberlawang dan juga Kabupaten Sragen. Tempat wisata yang pertama adalah  

Waduk Kedung Ombo ( WKO ) dimana waduk tersebut menggenangi 2 desa yaitu Desa Ngargotirto dan Ngargosari (disamping desa-desa lainnya di wilayah Kec. Miri Kab Sragen, Kab. Boyolali dan Kab. Grobogan). Dari WKO yang terdapat banyak karamba, dihasilkan produksi ikan air tawar. Hal ini memberi peluang bagi masyarakat untuk jual beli ikan air tawar dalam bentuk ikan segar ataupun keripik ikan, sehingga ada pendapatan masyarakat dari WKO.

Gunung Kemukus
Tempat wisata yang kedua adalah Gunung Kemukus, dimana Gunung Kemukus tersebut terletak di Desa Pendem. Gunung Kemukus ramai dikunjungi oleh wisatawan terutama pada malam Jum’at Pon. Meskipun pada malam Jum’at lainnya ramai juga dikunjungi oleh wisatawan.




Arena Pacuan Kuda Nyi Ageng Serang
Pacuan Kuda Nyi Ageng Serang yang di sebelah Utara dari Kecamatan Sumberlawang yaitu di Desa Ngargotirto. Pada awal dibangun sering digunakan untuk Turnamen Balapan Kuda yaitu Gubernur CUP I dan Gubernur Cup II

Tidak ada komentar:

Posting Komentar